Wisata Sejarah

Benteng Victoria

 

Benteng Victoria merupakan tempat bersejarah yang terletak tepat di pusat kota Ambon. Benteng tertua di Ambon ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1775, yang selanjutnya diambil alih oleh Belanda. Belanda kemudian menjadikan benteng ini sebagai pusat pemerintahan untuk mengeruk harta kekayaan masyarakat pribumi, berupa rempah-rempah yang melimpah di bumi Maluku.

 

BENTENG AMSTERDAM

Benteng Amsterdam  dibangun oleh Belanda pada awal abad ke-17, ketika perdagangan rempah-rempah  mulai dilaksanakan di Ambon. Benteng ini  terletak tidak jauh dari Gereja Tua Hila. Benteng Amsterdam adalah bangunan  kedua yang dibangun Belanda di Ambon, setelah Kasteel Van Verre. Benteng ini  dibangun setelah Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) didirikan di Belanda  oleh Heeren Zeventien.

Duurstede Fort, Saparua

Benteng Duurstede dibangun pertama kali oleh Portugis pada tahun 1676, kemudian direbut, dimanfaatkan dan dibangun kembali oleh Gubernur Ambon Mr. N. Schaghen pada tahun 1691. Benteng Duurstede berfungsi sebagai bangunan pertahanan serta pusat pemerintahan VOC selama menguasai wilayah Saparua. Pada 16 Mei 1817 benteng ini diserbu oleh rakyat Saparua dibawah pimpinan Kapitan Pattimura, seluruh penghuni benteng tewas kecuali putra Residen yang bernama Juan Van Den Berg. Jatuhnya benteng Duurstede ditangan rakyat Maluku mengakibatkan kedudukan VOC di Ambon dan Batavia goncang. Oleh karena itu, VOC memusatkan perhatiannya untuk merebut kembali benteng.

 

BENTENG NASAU BANDA

Pembangunan benteng ini mulai dilaksanakan dengan menggunakan 700 serdadu dan memanfaatkan fondasi benteng Portugis yang tidak jadi dibangun.Pelaksanaan pembangunan benteng ini sangat pesat, maka Orang Kaya menyarankan dilaksanakan perundingan. Perundingan pun dapat dilaksanakan pada 22 Mei 1609, namun berakhir dengan pertempuran yang menewaskan beberap puluh orang Belanda dan menawan beberapa yang hidup. Laksamana Verhoeven pun tewas. Kemudian diangkat laksamana baru yang bernama Simon Janszoon Hoen. Kemudian Ia mempercepat pembangunan benteng, karena diduga akan datang serangan lagi.

 

MUSEUM SIWALIMA

Museum Siwalima terdiri atas dua bangunan yang terpisah jarak beberapa ratus meter. Museum 1 adalah Museum Kelautan, berisi sejarah kelautan masyarakat Ambon, benda-benda dan binatang-binatang laut, serta berbagai properti yang berkaitan dengan kehidupan laut. Di museum ini terdapat 3buah kerangka ikan paus, yg panjangnya 9m, 17m dan 19m (ditemukan terdampar di pantai Ambon pada 1987) Museum 2 adalah museum etnografi. Disini disimpan segala benda yg berkaitan dengan budaya orang Maluku. Tepat di depan pintu masuk kita disambut dengan tulisan “Usu Mae Upu”, yang artinya “Mari Silahkan Masuk”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: