Wisata Seni dan Budaya

TARIAN KHAS AMBON “KATREJI”

Tari Katreji adalah tarian asal Portugis dipakai untuk acara ramah tamah. Tarian Katreji merupakan salah satu tarian khas dari daerah ambon, pada waktu saya masih duduk di bangku SMA, saya dan teman-teman sekelas saya juga melakukan tarian ini pada waktu ujian mata pelajaran seni tari di sekolah, gambar ini saya dapat dari teman saya  yang ia dokumentasikan pada saat acara pembukaan Festival Seni dan Budaya 2011, di Ambon.  Festival Seni dan Budaya 2011 di Leitimur Selatan, Kota Ambon, digelar untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya kawasan tersebut kepada wisatawan mancanegara yang semakin banyak yang berkunjung ke Pulau Ambon.

 

 Tari orlapei

Tari Orlapei merupakan salah satu peninggalan seni budaya dari Portugis yang berfariasi.Adalah tarian masyarakat Maluku Tengah yang sering dilaksanakan untuk penyambutan para tamu kehormatan pada acara-acara Desa.  Properti gaba-gaba/bagian tangkai dari pohon sagu/rumbia sebagai makanan khas rakyat Maluku, dan dalam dialek Maluku disebut jaga sagu adalah yang didukung untuk digunakan dalam tarian orlapei Maluku Tengah tersebut. Selain itu, alat musik tradisional rakyat Maluku yang digunakan dalam tarian tersebut, adalah Tifa, Suling Bambu, Ukulele, dan Gitar.

Tari Poco-Poco

Tari oco-poco  adalah sejenis tarian yang populer diawal tahun 2000-an. Tarian ini diiringi oleh lagu yang berasal dari Maluku yang bernama Poco Poco juga. Gerakan tarian Poco Poco adalah mundur ke belakang satu dua langkah dan maju ke depan satu dua langkah dan badan berputar di tempat sebanyak 360 derajat.

 Tari sau reka- reka

Tari sau reka-reka atau disebut juga tari gaba-gaba. Menggunakan gaba-gaba yang berjumlah 4 buah yang dipukul sebagai alunan musik dalam tari ini, mulai dari tempo yang lambat sampai cepat. Tari Saureka-reka adalah tarian yang mempertunjukkan kelincahan kaki untuk menginjak bagian tengah empat bilah “gaba-gaba” (pelepah sagu) yang ditabuh secara bersilangan.

 Tari bambu gila

Tari Bambu Gila sebenarnya diangkat dari permainan tradisional yang mempunyai kesakralan dan magis yang nyata terjadi dalam memainkannya, kemudian gerekan-gerakan pada permainan tersebut dirangkai menjadi suatu bentuk tarian yang menarik. tari ini biasanya di lakukan di beberpa desa seperti desa mamala, hitu dan beberpa desa lainya di ambon.

BUDAYA PANAS PELA (PELA DENG GANDONG)

Arti kata Pela

Pela berasal dari kata Pila yang berarti buatlah sesuatu untuk kita bersama, dan kadang-kadang kata Pila diberi akhiran “TU” sehingga menjadi Pilatu yang artinya menguatkan, menamankan atau mengusahakan sesuatu benda tidak mudah rusak atau pecah. Kini kata “Pila” telah berubah menjadi “Pela”.

Yang sangat menarik dari Pela ini ialah kenyataan bahwa di MALUKU TENGAH hubungan Pela ini bukan saja terjadi antara negeri yang manganut agama yang sama, tetapi terjadi juga diantara negeri yang berlainan agama. Misalnya hubungan Pela antara negeri:

  • ·        TITAWAI (Kristen) di Nusalaut dengan PELAU (Islam) di pulau Haruku.
  • ·        TUHAHA (Kristen) di Saparua dengan ROHOMONI (Islam) di pulau Haruku.
  • ·        HUTUMURY (Kristen) di jasirah Leitimur dengan TAMILOUW di Seram Selatan.

Ini adalah berberapa contoh saja yang di kemukakan diantara puluhan contoh yang dapat disebutkan satu demi satu.

ACARA PUKUL SAPU (Simbol Persaudaraan di Mamala)

Bagi seluruh umat Islam jika perayaan Idul Fitri telah berakhir, maka kegiatan yang lazim di lakukan adalah perayaan halal bi halal. Namun, bagi warga Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), setiap 7 syawal atau tujuh hari setelah lebaran acara adat “Pukul Sapu” (saling memukul menggunakan lidi enau. Red) pasti digelar.Budaya pukul sapu dilaksanakan turun-temurun sejak zaman nenek moyang bermukim di desa tersebut.

Pada acara ini tubuh orang-orang yang mengikuti acara ini dipukul dengan Manyapu atau sapu lidi yang batang lidinya itu sangat besar,  tetapi mereka yang dipukul dan saling memukul tidak merasakan rasa sakit apapun, bahkan sampai badan dan tubuh mereka berdarah dan luka tetepi tidak merasakan rasa sakit apapun,.

saya baru pertama kalinya menyaksikan acara ini langsung di desa mamala pada waktu liburan tahun kemarin, dan berikut adalah foto saya dan teman-teman dengan salah satu nyong ambon pada permainan tersebut. di desa mamala waktu liburan tahun lalu.

BUDAYA MAKAN PATITA

Orang Maluku selalu antusias mengikuti acara makan patita karena suasananya penuh kekeluargaan. Di sini semua orang berkumpul dan makan bersama-sama. Biasanya acara makan patita menyuguhkan aneka masakan khas daerah, siapa pun yang hadir boleh mencicipi masakan yang diminatinya sesuka hati.  di desa saya yaitu desa “TIAL” di ambon maliku tengah juga melakukan hal yang sama, jika ada acara-acara seperti pemilihan Raja atau Kepala Desa biasanya Acara makan Patita sering dilakukan, makanan yang telah di masak di taruh di bawah ber’alaskan Tarpal atau karpet dengan berbagai jenis makanan tradisional daerah maluku seperti Papeda, ikan bakar, sambal colo-colo, dan masih banyak lagi.

foto dia atas merupakan gambar oma-oma sebutan nenek bagi orang ambon yang sedang makan patita bersam pada saat pembukaan sambut SAIL BANDA .

MAKAN RAME-RAME

Berikut adalah gambar sejumlah wisatawan manca negara bersama warga menikmati makanan khas Maluku, Papeda, saat pembukaan Festival Seni dan Budaya 2011, di Ambon . Festival Seni dan Budaya 2011 di Leitimur Selatan, Kota Ambon digelar untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya kawasan tersebut kepada wisatawan mancanegara yang semakin sering berkunjung ke Pulau Ambon.

TARI ARUMBAE

Beberapa siswa pesantren memperagakan tarian Arumbae Manggurebe saat mengikuti karnaval budaya Islami di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku,  Karnaval melibatkan ratusan siswa pesantren itu dalam rangka memeriahkan Idul Adha 1430 Hijriah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: